Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"a"
a
Daftar Kato Mamangan
Nan datang jadikan panduan
"Yang datang jadikan panduan"
Menatap masa depan dengan perencanaan, kehati-hatian, dan pedoman yang matang.
Sakik samo diraso
"Sakit sama dirasa"
Memiliki solidaritas tinggi dan empati mendalam untuk ikut merasakan beban atau derita sesama.
Mati samo ditangisi
"Mati sama ditangisi"
Kepedulian sosial untuk saling menguatkan dan berbelasungkawa saat ada warga yang berduka.
Nan ado disyukuri
"Yang ada disyukuri"
Sikap qana'ah (merasa cukup) dan bersyukur atas nikmat serta rezeki yang telah diperoleh.
Nan hilang diikhlasi
"Yang hilang diikhlaskan"
Berlapang dada dan ikhlas menerima kehilangan atau ketetapan hidup tanpa larut dalam penyesalan.
Hiduik barajo ka raso
"Hidup beraja ke rasa"
Dalam berinteraksi sosial di dunia, manusia harus berpedoman pada hati nurani, empati, dan kepatutan budi.
Mati barajo ka Tuhan
"Mati beraja ke Tuhan"
Urusan kematian dan keselamatan akhirat sepenuhnya berserah diri pada kuasa, hukum, dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Usaho mancari jalan
"Usaha mencari jalan"
Ikhtiar dan kerja keras adalah sarana untuk menemukan solusi, peluang, dan jalan keluar atas setiap permasalahan.
Doa mancari ridho
"Doa mencari rida"
Doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan, kemudahan, dan rida dari Tuhan atas segala usaha yang dilakukan.
Nan rajin manarimo hasil
"Yang rajin menerima hasil"
Ketekunan, kedisiplinan, dan kerja keras pasti akan membuahkan keberhasilan serta hasil yang manis.
Nan malas manarimo sesal
"Yang malas menerima sesal"
Kemalasan dan membuang-buang kesempatan hanya akan berujung pada kerugian serta penyesalan di masa depan.
Hiduik bak roda padati
"Hidup bagai roda pedati"
Kehidupan manusia terus berputar secara dinamis; tidak ada kondisi senang atau susah yang bersifat abadi.