Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"aaa"
aaa
Daftar Pepatah Petitih
Bak kelapa rami santan.
"Bagai kelapa banyak santan."
Pribadi yang kaya akan manfaat, kearifan, dan selalu memberi kontribusi besar bagi kesejahteraan sesama.
Bak ayam nio batelua.
"Bagai ayam hendak bertelur."
Menggambarkan perilaku seseorang yang gelisah, tidak tenang, atau tergesa-gesa karena sedang menghadapi suatu urusan penting.
Bak kambiang nio barumpuik.
"Bagai kambing hendak berumput."
Dorongan fitrah alami makhluk hidup dalam menjemput rezeki dan memenuhi kebutuhan dasarnya.
Bak muko janiah tando suko.
"Bagai muka jernih tanda suka."
Ketulusan hati dan penerimaan yang hangat tercermin secara nyata dari raut wajah yang berseri dan ramah.
Bak mambangun rumah gadang.
"Bagai membangun rumah gadang."
Membina keluarga besar dan menegakkan tatanan adat yang kokoh dengan melibatkan musyawarah serta kerja sama seluruh kaum.
Bak ayia janiah paminum.
"Bagai air jernih peminum."
Menikmati rezeki yang bersih, halal, dan menyehatkan, serta membawa ketenteraman bagi jasmani dan rohani.
Bak mananti hujan di paneh.
"Bagai menanti hujan di kemarau (panas)."
Mengharapkan sesuatu yang sangat didambakan dan dinanti-nantikan dengan penuh kerinduan serta kesabaran.
Bak ayam bakitaki pagi.
"Bagai ayam berkokok pagi."
Memulai hari dengan semangat tinggi, penuh vitalitas, dan giat untuk segera menjemput rezeki serta berikhtiar.
Bak lebah mancari madu.
"Bagai lebah mencari madu."
Pribadi yang tekun dan selektif, hanya mengambil hal-hal yang baik, serta selalu menghasilkan kemaslahatan manis bagi orang lain.
Bak mambaiki dahan patah.
"Bagai memperbaiki dahan patah."
Usaha untuk memulihkan kembali hubungan persaudaraan atau keadaan yang sempat retak agar kembali utuh.
Bak kain saruang pambaluik.
"Bagai kain sarung pembalut."
Menjaga kesopanan, menutupi aib keluarga/kaum, serta membentengi diri dengan rasa malu dan kehormatan.
Bak mambangun benteng kokoh.
"Bagai membangun benteng kokoh."
Memperkuat ketahanan moral, hukum, dan kekompakan masyarakat agar nagari terlindung dari ancaman luar.