Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"aaa"
aaa
Daftar Pepatah Petitih
Bak kaco panampak diri.
"Bagai kaca penampak diri."
Sikap introspeksi dan kejujuran nurani yang memperlihatkan hakikat kepribadian diri secara apa adanya.
Bak mambangun rumah gadang.
"Bagai membangun rumah gadang."
Menegakkan martabat kaum dan mempererat persatuan keluarga besar melalui musyawarah mufakat serta gotong royong.
Bak lebah mancari madu.
"Bagai lebah mencari madu."
Pribadi produktif yang selalu selektif memilih hal-hal baik dan senantiasa memberikan manfaat manis bagi sesama.
Bak payuang ka hujan.
"Bagai payung ke hujan."
Menyiapkan perlindungan, kesiapan mental, dan solusi tepat dalam menghadapi ujian maupun masa-masa sulit.
Bak padi merunduak rami.
"Bagai padi merunduk ramai."
Cerminan pribadi berilmu dan berkedudukan tinggi yang senantiasa rendah hati, santun, serta tidak sombong.
Bak mambangun nagari jo hukum.
"Bagai membangun nagari dengan hukum."
Menata keteraturan, kedamaian, dan keadilan sosial dalam masyarakat dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.
Bak kain putih janiah.
"Bagai kain putih jernih."
Menjaga kesucian fitrah, ketulusan niat batin, serta integritas moral dari noda kemaksiatan.
Bak muko manih pamanih iduik.
"Bagai muka manis pemanis hidup."
Keramahan wajah dan kehangatan sikap yang mampu mencairkan suasana serta memperindah hubungan silaturahmi.
Bak mambaiki dunsanak pacah.
"Bagai memperbaiki kerabat pecah."
Kewajiban mendamaikan perselisihan keluarga dan merajut kembali tali persaudaraan yang sempat retak.
Bak kabau mancari kubangan.
"Bagai kerbau mencari kubangan."
Fitrah alami makhluk hidup dalam mencari tempat beristirahat, ketenangan, dan kenyamanan setelah lelah bekerja.
Bak bekal ka rantau.
"Bagai bekal ke rantau."
Mempersiapkan keterampilan, ilmu pengetahuan, adab, dan mental tangguh sebelum mengarungi kehidupan di perantauan.
Bak mamanen jaso tulus.
"Bagai memanen jasa tulus."
Memetik hasil manis berupa kehormatan dan doa baik atas pengabdian ikhlas yang pernah ditabur tanpa pamrih.