Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"aaa"
aaa
Daftar Pepatah Petitih
Bak tebu janiah ayia.
"Bagai tebu jernih air."
Kebaikan yang murni, menyegarkan, dan memberikan manfaat manis tanpa menyisakan rasa kecewa.
Bak mambangun diri jo iman.
"Bagai membangun diri dengan iman."
Membina kepribadian, akhlak, dan integritas hidup dengan berlandaskan keteguhan akidah keimanan.
Bak emas merah berkilau.
"Bagai emas merah berkilau."
Kualitas kepribadian, akhlak, dan budi pekerti bernilai tinggi yang diakui serta dihormati luas.
Bak tangan ringan pamanih.
"Bagai tangan ringan pemanis."
Sifat suka menolong dan gemar bersedekah yang menjadi penghias paling indah dalam diri seseorang.
Bak budi cacat dubaiki.
"Bagai budi cacat diperbaiki."
Kesadaran untuk segera mengoreksi dan membenahi tingkah laku yang keliru agar kembali berbudi luhur.
Bak urang mancari mupakaik.
"Bagai orang mencari mufakat."
Mengutamakan jalan musyawarah dengan kepala dingin untuk menemukan mufakat dan solusi bersama.
Bak saba ka duka.
"Bagai sabar ke duka."
Menghadapi segala bentuk musibah, kesedihan, dan kepedihan hidup dengan kelapangan dada serta ketabahan.
Bak barakaik nan rami.
"Bagai berkah yang ramai (melimpah)."
Kelimpahan rezeki, anugerah, dan ketenteraman hidup yang dirasakan bersama dalam masyarakat yang rukun.
Bak jaso mulia disayang.
"Bagai jasa mulia disayang."
Pengabdian tulus yang mendatangkan kemaslahatan besar akan senantiasa dicintai dan dihargai banyak orang.
Bak damai abadi janiah.
"Bagai damai abadi jernih."
Terciptanya keharmonisan dan kedamaian hidup bermasyarakat yang murni, langgeng, dan tanpa kecurigaan.
Bak adaik ka iduik.
"Bagai adat ke hidup."
Menjadikan aturan norma adat istiadat sebagai pedoman etika dalam menata tata krama pergaulan sehari-hari.
Bak iman satu pegangan.
"Bagai iman satu pegangan."
Menjadikan tauhid dan keimanan kepada Tuhan sebagai satu-satunya tumpuan hidup yang kokoh tak tergoyahkan.