Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"a"
a
Daftar Kato Mamangan
Nan tuo dihormati, nan ketek dikasihi.
"Yang tua dihormati, yang kecil dikasihi."
Menjaga etika relasi sosial: memuliakan yang lebih tua dan menyayangi serta membimbing yang lebih muda.
Basuku ndak buliah rumpang, bakaum ndak buliah pacah.
"Bersuku tidak boleh rumpang, berkaum tidak boleh pecah."
Kewajiban menjaga persatuan, kerukunan, dan soliditas garis keturunan agar tatanan keluarga tidak runtuh.
Tahu di karang nan manyangkuik, tahu di pasia nan mangandandangi.
"Tahu pada karang yang menyangkut, tahu pada pasir yang mengandangkan (menjebak)."
Kejelian melihat potensi hambatan, jebakan, dan risiko dalam setiap urusan sebelum bertindak.
Adaik diisi, limbago dituang.
"Adat diisi, lembaga dituang."
Menunaikan seluruh kewajiban moral, seremonial, dan ketentuan hukum adat secara tepat serta paripurna.
Nan ado samo dimakan, nan ndak samo dicari.
"Yang ada sama dimakan, yang tidak ada sama dicari."
Semangat gotong royong dan rasa senasib sepenanggungan dalam menikmati rezeki maupun menghadapi kesulitan.
Sakik samo mangaduah, sanang samo dikabakan.
"Sakit sama mengaduh, senang sama dikabarkan."
Solidaritas sosial yang utuh: saling berbagi empati saat duka dan saling berbagi kebahagiaan saat suka.
Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.
"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing."
Beban pekerjaan atau masalah bersama diselesaikan secara bergotong-royong dan tolong-menolong.
Kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka mupakaik.
"Kemenakan beraja ke mamak, mamak beraja ke mufakat."
Sistem musyawarah Minangkabau: kepemimpinan berjalan berjenjang dan pemutus tertinggi adalah mufakat.
Jan marusak mupakaik, jan mambuang budi.
"Jangan merusak mufakat, jangan membuang budi."
Larangan mengingkari hasil kesepakatan bersama serta melupakan kebaikan/budi pekerti orang lain.
Ingek sabalun kanai, hemat sabalun habih.
"Ingat sebelum kena (musibah), hemat sebelum habis."
Sikap waspada dan penuh perhitungan dalam bertindak serta hidup hemat agar tidak menyesal kemudian.
Kato rajo kato mamutuih, kato adaik kato manjago.
"Kata raja kata memutus, kata adat kata menjaga."
Pemimpin bertugas mengambil keputusan secara tegas, sedangkan aturan adat berfungsi memelihara keharmonisan.
Muluik janiah hati suci, muko janiah tando suko.
"Mulut jernih hati suci, muka jernih tanda suka."
Keselarasan lahir-batin: bertutur kata jujur dari hati yang bersih, serta menampilkan wajah ramah yang tulus.