Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"a"
a
Daftar Kato Mamangan
Tahu di raso sabalun luko, tahu di janji sabalun ingkar.
"Tahu pada rasa sebelum luka, tahu pada janji sebelum ingkar."
Memiliki empati untuk tidak melukai perasaan orang lain serta memiliki integritas tinggi untuk selalu menepati komitmen sebelum terlambat.
Muko manih panarik sayang, iman kuat panarik ridho.
"Muka manis penarik sayang, iman kuat penarik rida."
Keramahan dan kehangatan sikap akan memikat kasih sayang sesama, sedangkan keimanan yang kukuh mendatangkan rida dari Tuhan.
Mencari dunsanak sapanjang maso, mencari iman sapanjang nyawo.
"Mencari kerabat sepanjang masa, mencari iman sepanjang nyawa."
Anjuran untuk terus merawat tali persaudaraan seumur hidup dan senantiasa menjaga serta mempertebal keimanan hingga akhir hayat.
Jan manyasal duduak di randah, asalkan iman di dalam dada.
"Jangan menyesal duduk di rendah, asalkan iman di dalam dada."
Tidak perlu berkecil hati atau minder atas status sosial yang rendah di mata dunia selama hati berpegang teguh pada keimanan.
Tagak nan baringin gadang, suaro nan guruh di langik.
"Tegak bagai beringin besar, suara bagai guruh di langit."
Karakter figur pemimpin berwibawa: menjadi pelindung yang kokoh dan mengayomi, serta memiliki tutur kata yang tegas, berbobot, dan berpengaruh.
Jan marusak pucuak urang, jan marusak pagar urang.
"Jangan merusak pucuk orang, jangan merusak pagar orang."
Larangan merusak masa depan/mata pencaharian orang lain serta larangan melanggar batas privasi dan hak milik sesama.
Hukum adia bak manimbang, manjago adaik bak manjago intan.
"Hukum adil bagai menimbang, menjaga adat bagai menjaga intan."
Penegakan hukum wajib dilakukan secara adil dan seimbang tanpa pandang bulu, serta tatanan nilai adat harus dirawat seperti memelihara permata berharga.
Muluik janiah hati suci, budi elok pambaluik luko.
"Mulut jernih hati suci, budi elok pembalut luka."
Keselarasan lisan yang jujur dan hati yang bersih, di mana kebaikan budi pekerti mampu menjadi penenang serta pendamai dari setiap perselisihan.
Tawakal panyudah niaik, saba hiasan diri.
"Tawakal penyudah niat, sabar hiasan diri."
Menyerahkan seluruh hasil usaha kepada ketentuan Tuhan setelah berikhtiar, serta menjadikan kesabaran sebagai mahkota akhlak utama.
Nan pandai manjago lidah, nan bijak manjago budi.
"Yang pandai menjaga lidah, yang bijak menjaga budi."
Orang yang cerdas terlihat dari kemampuannya mengontrol ucapan, sedangkan orang yang bijaksana tercermin dari keluhuran tingkah lakunya.
Bajalan di nan luruih, bakato di nan bana.
"Berjalan di yang lurus, berkata di yang benar."
Pedoman hidup lurus: senantiasa menempuh jalan yang halal dan jujur, serta selalu menyuarakan kebenaran tanpa manipulasi.
Sakali laya takambang, suruik pantang dibao duduak.
"Sekali layar terkembang, surut pantang dibawa duduk."
Pantang menyerah dan teguh berprinsip; cita-cita atau usaha yang telah dimulai harus diperjuangkan hingga selesai tanpa kata mundur.