Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"a"
a
Daftar Kato Mamangan
Marantau mancari untuang, duduak mambao dunsanak.
"Merantau mencari untung, duduk membawa kerabat."
Berikhtiar merantau demi memperbaiki taraf hidup, serta senantiasa merangkul dan melibatkan keluarga dalam musyawarah.
Kato bana ndak baurak, jaso suci ndak bahabih.
"Kata benar tidak terurai, jasa suci tidak berhabis."
Kebenaran sejati tidak akan bisa terbantahkan, dan kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus pahalanya tidak akan terputus.
Luruih jalan ka muaro, mulia iduik dalam kaba.
"Lurus jalan ke muara, mulia hidup dalam kabar."
Menempuh jalan yang lurus dan jujur dalam bertindak akan membuahkan nama baik yang terhormat serta dikenang sepanjang masa.
Padi kuniang mambao sanang, kawan rami mambao riang.
"Padi kuning membawa senang, kawan ramai membawa riang."
Kesejahteraan ekonomi memenuhi kebutuhan jasmani, dan lingkaran pergaulan yang luas serta rukun menghadirkan kebahagiaan hati.
Jan rando-rando jalan luruih, jan ragu-ragu iman suci.
"Jangan ragukan jalan lurus, jangan ragu-ragu iman suci."
Jangan bimbang menempuh jalan kebaikan dan kejujuran, serta jangan meragukan kesucian ajaran agama.
Mangkaji batin nan janiah, mangkaji adaik nan nyato.
"Mengkaji batin yang jernih, mengkaji adat yang nyata."
Senantiasa membersihkan hati nurani dari sifat tercela serta memahami norma adat yang nyata diterapkan dalam kehidupan.
"Budi sepatah dikenang lama, doa sepatah dibawa jernih."
Kebaikan sekecil apa pun akan selalu melekat dalam ingatan, dan doa yang tulus menjadi penuntun ketenangan jiwa.
Jan mambuang kaba bana, jan mambuang kawan lamo.
"Jangan membuang kabar benar, jangan membuang kawan lama."
Larangan menolak informasi yang benar/faktual serta larangan mencampakkan ikatan persahabatan yang telah lama terjalin.
Jan tajua dindiang rumah, jan tajua iman di hati.
"Jangan terjual dinding rumah, jangan terjual iman di hati."
Larangan merusak kehormatan serta rahasia rumah tangga, dan larangan keras menggadaikan keimanan di dada.
Panek mancari rasaki, tanang mancari damai.
"Letih mencari rezeki, tenang mencari damai."
Berikhtiar sungguh-sungguh menjemput rezeki yang halal, serta mengutamakan ketenangan hati demi meraih kedamaian hidup.
Urang mulia urang tawadhu, urang janiah urang jujur.
"Orang mulia orang tawadu, orang jernih orang jujur."
Kemuliaan sejati tercermin dari sikap rendah hati, dan kejernihan batin tampak nyata melalui tindakan yang jujur.
Harato pusako panyambung iduik, iman kuat panyambung surga.
"Harta pusaka penyambung hidup, iman kuat penyambung surga."
Harta pusaka ulayat menjamin ketahanan hidup kaum di dunia, sedangkan keimanan yang kokoh mengantarkan pada keselamatan akhirat.