Kearifan Lokal Minangkabau
Eksplorasi kumpulan Kato Mamangan dan Pepatah Petitih warisan luhur Minangkabau.
aaa
"a"
a
Daftar Kato Mamangan
Kato bana jalan ka surga, kato duto jalan ka naraka.
"Kata benar jalan ke surga, kata dusta jalan ke neraka."
Kejujuran dalam bertutur kata akan menuntun pada keselamatan dan kebaikan hakiki, sedangkan kedustaan hanya membawa petaka serta kehancuran moral.
Bajalan di nan rami manjago muko, bajalan di nan sunyi manjago batin.
"Berjalan di tempat ramai menjaga muka, berjalan di tempat sunyi menjaga batin."
Senantiasa memelihara etika, kesopanan, dan kehormatan diri saat berada di ruang publik, serta menjaga kesucian hati dan ketakwaan ketika sendirian.
Mambagi rasaki jo janiah, mambagi ilmu jo suci.
"Membagi rezeki dengan jernih, membagi ilmu dengan suci."
Berbagi rezeki dengan ketulusan hati tanpa pamrih, serta mengamalkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan bersama.
Jan marusak baringin padang, jan marusak iman dunia.
"Jangan merusak beringin padang, jangan merusak iman dunia."
Larangan merusak ketenteraman dan tatanan kepemimpinan kaum, serta larangan menggadaikan kemurnian akidah demi kenikmatan duniawi.
"Lurus kuat adat ditentang (dijalankan), jernih syariat ditelusuri."
Kewajiban memegang teguh hukum adat yang kokoh secara terbuka serta mendalami dan menjalankan ajaran syariat Islam yang suci.
Nan elok dibao pulang, nan buruak dibuang ka lauik.
"Yang baik dibawa pulang, yang buruk dibuang ke laut."
Sikap bijak dan selektif dalam mengambil setiap pelajaran serta pengalaman yang bermanfaat, sembari menyingkirkan segala keburukan dan sifat tercela.
Mancari dunsanak jalan luruih, mancari ridho jalan suci.
"Mencari kerabat jalan lurus, mencari rida jalan suci."
Menjalin tali persaudaraan dan silaturahmi dengan niat yang jujur, serta menggapai keridaan Ilahi melalui jalan ibadah dan kebajikan.
"Adat tidak lekang oleh lama, syariat tidak berbalik oleh masa."
Norma adat yang luhur tidak akan pernah lapuk oleh perjalanan waktu, dan syariat Islam bersifat mutlak serta tidak akan pernah berubah.
Jan kikir ka dunsanak, jan durako ka urang tuo.
"Jangan kikir kepada kerabat, jangan durhaka kepada orang tua."
Larangan bersikap pelit dalam membantu sanak saudara serta larangan keras melawan, membangkang, atau berbuat zalim kepada kedua orang tua.
Tahu di rantiang ka mancucuak, tahu di ombak ka bantiang.
"Tahu pada ranting akan menusuk, tahu pada ombak akan membanting."
Memiliki ketajaman intuisi, kewaspadaan dini, dan kepekaan tinggi untuk mengantisipasi potensi bahaya kecil maupun rintangan besar.
Padi ditanam jo doa, rasaki dibagi jo budi.
"Padi ditanam dengan doa, rezeki dibagi dengan budi."
Setiap ikhtiar bekerja harus selalu diiringi dengan doa dan tawakal, serta rezeki yang didapat hendaknya dibagikan dengan keluhuran budi pekerti.
Jan tajua pusako tinggi, jan talupo pusako batin.
"Jangan terjual pusaka tinggi, jangan terlupa pusaka batin."
Larangan menjual tanah ulayat dan harta pusaka kaum, serta larangan melupakan warisan akhlak mulia dan nilai-nilai spiritual leluhur.